Jarak Lampung–Riau tak memisahkan doa, alumni SMP Tridaya Trimurjo gelar tahlil untuk almarhum H. Sugiarto

Lampung Selatan  — Jarak ribuan kilometer antara Lampung dan Pekanbaru, Riau, tidak menjadi penghalang bagi Ikatan Alumni SMP Tridaya Trimurjo untuk menunjukkan kepedulian dan persaudaraan. Sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa terakhir, para alumni menggelar tahlil dan doa bersama untuk almarhum H. Sugiarto bin H. Samsudin, yang wafat pada 26 Mei 2026 dalam usia 62 tahun di Pekanbaru, Riau.

Tahlil dilaksanakan di kediaman Urip Ahdiat di Dusun Gajah Mati, Desa Rulung Mulya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, pada Minggu (12/7/2026). Suasana penuh khusyuk dan haru menyelimuti jalannya doa bersama yang dihadiri sejumlah alumni.

Sebelum memimpin pembacaan tahlil, Urip Ahdiat menyampaikan bahwa doa yang dipanjatkan merupakan wujud kasih sayang dan persaudaraan yang tetap terjaga meski telah lama berpisah.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum H. Sugiarto, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta memberikan ketabahan dan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Ketua Alumni SMP Tridaya Trimurjo, Slumun, mewakili seluruh alumni mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan bersama-sama mendoakan almarhum.

“Terima kasih kepada seluruh sahabat alumni yang telah hadir. Semoga almarhum Husnul Khatimah dan segala doa yang kita panjatkan diijabah oleh Allah SWT,” katanya.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan oleh Sulinah. Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang baik dan mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya.

“Semoga almarhum H. Sugiarto, suami dari Ibu Temonah, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Raut wajah para alumni yang hadir mencerminkan duka mendalam. Meski waktu telah berlalu dan tempat tinggal mereka berjauhan, tali silaturahmi yang terjalin melalui Grup Alumni SMP Tridaya Trimurjo tetap menjadi pengikat persaudaraan yang kuat.

Doa bersama ini menjadi pengingat bahwa persahabatan sejati tidak hanya hadir dalam kebahagiaan, tetapi juga menguatkan ketika duka datang. Semoga almarhum H. Sugiarto bin H. Samsudin mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan seluruh alumni senantiasa diberikan kesehatan, umur yang berkah, serta terus menjaga ukhuwah dan silaturahmi.

Pewarta: (2 Hty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *