KA. KPLP LAPAS BATAM LUNCURKAN SI OMEGA, SENJATA DIGITAL MENUJU ZERO HALINAR DAN PENGAWASAN MAKSIMAL

Batam, 25 Juni 2026 – Di tengah tantangan besar pemberantasan peredaran handphone ilegal dan upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih serta berintegritas, Lapas Kelas IIA Batam menghadirkan sebuah terobosan penting. Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Batam, Andre Silalahi, menciptakan SI OMEGA (Sistem Optimalisasi Monitoring Evaluasi Garda Aman), sebuah inovasi digital yang digadang-gadang menjadi garda terdepan dalam memperkuat pengawasan internal menuju Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba).

Inovasi ini lahir sebagai proyek perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan mendapat dukungan penuh dari Kalapas Batam, Yosafat Rizanto, beserta seluruh jajaran. Kehadiran SI OMEGA menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital tidak hanya sebatas modernisasi administrasi, tetapi juga menjadi benteng pengamanan yang strategis.

Melalui sistem berbasis digital tersebut, seluruh perangkat handphone milik petugas dapat didata secara terintegrasi dan terverifikasi. Mulai dari identitas pengguna, merek dan tipe perangkat, nomor IMEI, hingga data pendukung lainnya terdokumentasi secara akurat dalam satu sistem yang aman dan mudah diakses.

Lebih dari sekadar aplikasi pendataan, SI OMEGA hadir sebagai instrumen pengawasan yang mampu mempersempit ruang gerak penggunaan handphone ilegal di lingkungan Lapas Batam. Dengan seluruh perangkat resmi tercatat dan teridentifikasi, proses pengawasan menjadi lebih ketat, terukur, dan transparan.

Langkah ini dinilai sangat penting mengingat keberadaan alat komunikasi ilegal di dalam lapas berpotensi menjadi celah yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, bahkan membuka peluang terjadinya berbagai pelanggaran. Karena itu, SI OMEGA diposisikan sebagai salah satu solusi preventif yang mampu memperkuat sistem deteksi dan pengendalian internal.

“SI OMEGA hadir sebagai solusi untuk mewujudkan pendataan handphone petugas yang lebih tertib, terstruktur, dan mudah diperbarui. Melalui sistem ini, data dapat dikelola secara cepat dan akurat sehingga mendukung pelaksanaan tugas pengamanan. Di sisi lain, aplikasi ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam meminimalisir penggunaan handphone ilegal serta mendukung terwujudnya Lapas yang bersih dari HALINAR,” tegas Andre Silalahi.

Sebelum hadirnya SI OMEGA, proses pendataan perangkat komunikasi petugas masih dilakukan secara manual yang dinilai kurang efektif dalam mendukung kebutuhan monitoring secara cepat dan berkelanjutan. Kini, seluruh proses pendataan, pembaruan data, hingga evaluasi dapat dilakukan secara digital, efisien, dan terdokumentasi dengan baik.

Transformasi ini sekaligus menandai komitmen Lapas Batam dalam membangun budaya kerja modern yang mengedepankan disiplin, akuntabilitas, dan integritas. Implementasi SI OMEGA diharapkan mampu menjadi model pengelolaan pengamanan berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi organisasi.

Andre Silalahi menegaskan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari inovasi yang sederhana namun tepat sasaran.

“Perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Inovasi yang mampu menjawab kebutuhan organisasi akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja, penguatan pengamanan, dan kualitas tata kelola pemasyarakatan,” pungkasnya.

Dengan hadirnya SI OMEGA, Lapas Batam menunjukkan bahwa era pengamanan konvensional perlahan bergeser menuju sistem pengawasan digital yang lebih cerdas, adaptif, dan akuntabel. Sebuah langkah nyata menuju pemasyarakatan modern yang bersih, profesional, dan semakin kokoh dalam menjaga keamanan dari berbagai potensi pelanggaran.

H3NDRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *