KLATEN,Rabu 8 April 2026 – Komitmen Polri dalam membantu pemulihan pascabencana kembali diwujudkan. Polres Klaten resmi memulai pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, yang sebelumnya terputus akibat bencana pada Februari lalu.
Pembangunan jembatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi bersama unsur Forkopimcam dan masyarakat setempat, Selasa (6/4/2026).
Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Dukuh Bale Rejo dan Geneng yang selama ini mengalami kendala akses. Kehadirannya diharapkan mampu memulihkan mobilitas warga secara signifikan, terutama dalam menunjang aktivitas pendidikan, ekonomi, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana.
“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini kami targetkan rampung dalam satu hingga dua bulan. Desainnya kami buat lebih lebar, sekitar 3,5 meter, sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat dan memudahkan manuver,” tegas Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini bukan yang pertama. Polres Klaten telah melakukan pembangunan dan revitalisasi sedikitnya lima jembatan di sejumlah wilayah sebagai bagian dari program berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga dan merawat jembatan setelah selesai dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Camat Karangnongko, Erni Kusumawati, mengapresiasi langkah cepat Polres Klaten dalam merespons kebutuhan masyarakat. Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Jembatan ini sangat penting, terutama untuk akses pendidikan dan perekonomian masyarakat. Dengan adanya jembatan, waktu tempuh bisa dipangkas sekitar 10 menit, dan itu sangat berarti bagi aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan akses yang sempat terputus kini segera pulih, sekaligus mendorong percepatan roda perekonomian masyarakat di wilayah Karangnongko.
Editor: M. Bakara

