Ketua PIDAR Papua Barat Soroti Tugas dan Fungsi BP3OKP

Oplus_16777216

PAPUA BARAT – Ketua PIDAR (Pilar Pemuda Rakyat) Papua Barat Jekson S. Kapisa soroti tugas dan fungsi BP3OKP  Papua Barat yang tidak menyuarakan dan  menindaklanjuti Proposal Koperasi Tunas Mevah Mansen. Proposal usaha Kecil dan Menengah  Pabrik Kelapa Sawit Mini dengan Nomor: 000.7.4/2706 Tanggal 09 Desember 2024 Perkebunan Kelapa Sawit yang berada di Wapramasi (Prafi, Warmare, Masni, Sidey) di Kabupaten Manokwari, agar bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Jekson S Kapisa kepada awak media pada Jumat (27-02-2026) dengan mengutarakan beberapa alasan

 

“Berdasarkan Informasi yang kami dapat Kelapa Sawit yang bermula di Kelola PTP II sebagai Mitra Penampung Hasil Kebun sawit, namun semenjak PTP II Pabrik Kelapa Sawit  Berhenti, dan rusak Tahun 2017, berdampak pada Para Petani yang mengalami kesulitan menjual hasil panen Kelapa Sawit. Ini berdampak pada Perekonomian petani kelapa sawit di Wapramasi (Prafi, Warmare, Masni, Sidey),” ungkapnya

 

“Kami menyampaikan kekhawatiran serius soal masa depan industri sawit di Wapramasi yang sangat potensial yang mengangkat perekonomian di Kabupaten Manokwari. Kami menilai, keberlangsungan perkebunan sawit di Wapramasi bisa berada di ujung tanduk apabila pengelolaan kelapa sawit  tidak segera perhatikan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi  Papua Barat, maupun Pemerintah Kabupaten  Manokwari, ini bukan persoalan buka lahan baru, tetapi Kebun Kelapa Sawit Milik Warga dengan luas 44.337,5 Ha. Kelapa sawit yang siap panen, namun petani mengalami kesulitan dengan hasil panen kepala sawit, karena tidak ada pabrik pengelola hasil panen,” kata Jekson S Kapisa

 

Jekson Kapisa menjelaskan BP3OKP harus berperan penting dalam menyuarakan aspirasi rakyat untuk menjawab kebutuhan rakyat Papua, khususnya Petani Kelapa Sawit di Wapramasi, Kabupaten Manokwari agar bisa mengangkat perekonomian masyarakat setempat sesuai program Presiden Prabowo  Presiden RI Tentang Pangan Nasional dapat berjalan dengan baik dan  dapat dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya petani yang menyentuh langsung dengan Kelapa Sawit

 

“Kami selaku Ketua Pilar Pemuda Rakyat Papua Barat yang dapat pengaduan langsung oleh masyarakat dan juga petani kelapa sawit di Wapramasi untuk ikut menyuarakan aspirasi tersebut agar BP3OKP, Pemerintah Papua Barat, dan Kabupaten Manokwari harus memberikan perhatian, karena kelapa sawit di Wapramasi adalah Aset yang harus dijaga di Kabupaten Manokwari agar meningkatkan kebutuhan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan,” harapnya

 

“Isu keberlanjutan sawit tidak terletak pada luas lahan. Kami menekankan pentingnya intensifikasi atau optimalisasi lahan kelapa sawit yang sudah ada dibandingkan membuka lahan baru yang kerap menicu perselisian masyarakat pemilik hak ulayat, sehingga kelapa sawit di Wapramasi butuh perhatian dari BP3OKP,  Pemerintah Papua Barat, dan Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk melihat bagian ini”, tambahnya

 

“Jika strategi ini dijalankan secara konsisten akan  memproyeksikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan luas lahan pertanian regeneratif 40.000 Ha. Ini dinilai mampu menggandakan manfaat ekonomi masyarakat di Kabupaten Manokwari,” ulas Jekson S Kapisa menutupi. (Megy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *