Belawan — Peristiwa yang memprihatinkan dialami Ustaz H. Lukmanul Hakim, Lc pada Senin pagi sekitar pukul 05.25 WIB saat hendak mengisi tausiah Subuh di sebuah musholla di kawasan Lor Stasiun Belawan.
Namun perjalanan dakwah yang seharusnya membawa keberkahan itu justru berubah menjadi momen menegangkan. Saat melintas di kawasan Marelan Lama, sebelum Sekolah YAPIM, Ustaz Lukmanul Hakim diduga nyaris menjadi korban aksi kejahatan jalanan.
Menurut informasi yang dihimpun, Ustaz Lukmanul Hakim sempat melihat tiga orang pemuda dengan gerak-gerik mencurigakan di pinggir jalan. Kecurigaan itu terbukti ketika para pemuda tersebut mencoba menghadang dan terlihat membawa senjata tajam.
Merasa terancam, beliau dengan cepat memutar arah sepeda motornya untuk menghindari konfrontasi. Namun para pelaku sempat mengejar dan melemparkan senjata tajam ke arah beliau. Beruntung lemparan tersebut hanya mengenai sepeda motor dan tidak sampai melukai dirinya.
Akibat kejadian tersebut, Ustaz Lukmanul Hakim akhirnya membatalkan tausiah Subuh demi keselamatan diri.
Peristiwa ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Jika seorang ustaz yang hendak menuju rumah ibadah saja hampir menjadi korban di jalan saat waktu Subuh, lalu sejauh mana rasa aman yang sebenarnya dimiliki masyarakat?
Kejadian ini juga menjadi sindiran keras bagi aparat penegak hukum untuk lebih serius memperhatikan keamanan di wilayah Belawan dan sekitarnya. Masyarakat berharap patroli dan pengawasan benar-benar ditingkatkan, terutama di jam-jam rawan seperti menjelang Subuh.
Sebab masyarakat tentu tidak ingin jalan menuju rumah ibadah berubah menjadi jalan penuh ancaman. Dakwah seharusnya berjalan dengan tenang, bukan justru dibayangi rasa takut di tengah jalan.
Indra

