MAGELANG – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Magelang berjalan sangat lancar, aman, dan penuh keakraban. Alih-alih unjuk rasa di jalanan, ribuan pekerja justru berkumpul mengikuti kegiatan “Ngobras” (Ngobrol Santai) dan Senam Sehat di Lapangan drh. Soepardi serta Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kecamatan Mungkid, Jumat (1/5/2026).
Sekitar 2.000 peserta hadir memadati lokasi. Suasana sangat kondusif berkat sinergi kuat antara Polresta Magelang, pemerintah daerah, dan organisasi buruh.
Komitmen Jaga Keamanan 365 Hari
Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepolisian siap mendukung penuh setiap kegiatan masyarakat asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan damai.
“Kami punya komitmen kuat menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan tertib. Polres Magelang siap mengamankan seluruh kegiatan masyarakat dan pemerintah, kapan pun dilaksanakan, sepanjang 365 hari dalam setahun,” tegas Kombes Herbin.
Tak hanya soal pengamanan, pihaknya juga menegaskan komitmen keras memberantas hal-hal yang bisa mengganggu kenyamanan dan iklim investasi, seperti premanisme, pungutan liar, hingga peredaran narkoba.
Dialog Solutif Ganti Demo
Suasana semakin hangat dengan adanya forum dialog terbuka antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. Berbagai aspirasi disampaikan dengan santai namun tegas, mulai dari tuntutan regulasi yang berpihak pada pekerja, penolakan sistem outsourcing, hingga harapan soal upah layak dan jaminan sosial.
Bupati Magelang, Grengseng Pamudji, beserta jajaran Forkopimda juga hadir langsung menyimak dan menampung aspirasi tersebut. Cara ini dinilai jauh lebih efektif dan solutif dibandingkan aksi di jalan raya.
Meriah dengan Doorprise & BPJS
Acara makin seru dengan adanya senam bersama, cek kesehatan gratis, hingga pembagian doorprise menarik. Hadiah utama berupa sepeda motor dan sepeda listrik berhasil membuat antusiasme peserta meningkat pesat. Selain itu, ada juga penyerahan simbolis manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja.
Peringatan May Day kali ini menjadi contoh nyata bahwa menyampaikan aspirasi bisa dilakukan dengan cara damai, santai, dan tetap menjaga situasi kondusif tanpa gangguan sedikitpun.
Editor: M. Bakara

