Belawan – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Aula Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan pada Jumat pagi (12/06/2026). Tidak sekadar menjadi agenda seremonial, kegiatan Tausyah dan Bakti Sosial yang mengusung tema “Memupuk Ukhuwah Islamiah dalam Mempererat Tali Persaudaraan Sesama Manusia” menjelma menjadi momentum kebersamaan yang mempererat hubungan antarsesama serta menghadirkan secercah kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang terselenggara atas kolaborasi antara Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan dan Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) tersebut diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema khidmat, menyentuh hati seluruh tamu undangan yang hadir. Suasana semakin syahdu saat tausyah dan doa dipimpin oleh Tuan Guru Batak (TGB), Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk, M.A., yang menyampaikan pesan-pesan penuh hikmah tentang pentingnya persaudaraan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan yang sarat makna tersebut.
“Kegiatan ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami. Kehadiran Tuan Guru Batak serta para tamu undangan dari berbagai instansi menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan sinergi masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kehadiran seluruh pihak,” ujarnya.
Menurut Eko, kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, agar seluruh jajaran Imigrasi senantiasa hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat.
Semangat “Imigrasi untuk Rakyat” tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan keimigrasian yang profesional dan prima, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan yang mampu menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang membawa keberkahan bagi kita semua. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, petunjuk, dan kekuatan kepada kita dalam menjalankan amanah untuk melayani masyarakat,” tuturnya penuh harap.
Momen yang paling menggetarkan hati terjadi saat penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Senyum tulus dan wajah-wajah penuh syukur dari para penerima bantuan menjadi gambaran bahwa sekecil apa pun kepedulian yang diberikan akan selalu memiliki arti besar bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Ketua Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB), Ustadz Teuku Zakaria, turut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama Kantor Imigrasi Belawan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial akan semakin kuat ketika dilakukan secara bersama-sama.
Sementara itu, dalam tausyahnya, Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk, M.A. mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya diukur dari capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu memberikan manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.
“Berbagi bukanlah tentang seberapa besar yang diberikan, tetapi tentang seberapa tulus hati yang mengulurkan. Ketika kepedulian tumbuh, maka persaudaraan akan semakin kuat, dan keberkahan akan hadir dalam setiap langkah kehidupan,” pesannya yang disambut penuh kekhusyukan oleh para hadirin.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda dan stakeholder terkait, di antaranya perwakilan Komando Daerah Angkatan Laut I, Detasemen Polisi Militer 1/5 Medan, Kantor Imigrasi Khusus Kelas I Medan, Polres Pelabuhan Belawan, Kejaksaan Negeri Belawan, Koramil Belawan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Usai tausyah dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bantuan sosial secara menyeluruh kepada masyarakat yang telah terdata. Bantuan yang disalurkan bukan hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga menjadi bukti bahwa kebersamaan, gotong royong, dan rasa kemanusiaan masih hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat Belawan.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan yang dihadapi masyarakat saat ini, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa secercah perhatian, seuntai doa, dan uluran tangan yang tulus mampu menghadirkan harapan baru bagi sesama. Sebab sejatinya, nilai terbesar dari sebuah pengabdian bukanlah apa yang dimiliki, melainkan apa yang dapat diberikan untuk membantu dan membahagiakan orang lain.
Indra

