Medan, Mei 2026 – Di tengah kerasnya persaingan bisnis dan tingginya tantangan dunia kerja modern, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) percaya bahwa kekuatan sejati perusahaan bukan hanya lahir dari teknologi, strategi, ataupun target besar, melainkan dari karakter manusia yang bekerja di dalamnya.
Keyakinan itu tergambar dalam kegiatan BREATH (Balancing, Resilience, Energy, and Health) Session Series 32 bertema “Navigasi Karakter: Mengakselerasi Performa Bisnis melalui Kepemimpinan yang Berintegritas” yang digelar Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bahwa di balik operasional pelabuhan yang sibuk dan penuh tekanan, ada nilai-nilai kemanusiaan yang terus dijaga.
Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menyampaikan bahwa integritas bukan sekadar slogan perusahaan, tetapi menjadi napas yang menghidupkan organisasi agar tetap kuat menghadapi setiap tantangan.
“Yang paling menentukan dari sebuah organisasi adalah manusianya. Kompetensi memang penting, tetapi karakter adalah pondasinya. Saat seseorang bekerja dengan hati, penuh tanggung jawab dan kejujuran, maka organisasi akan bergerak dengan kekuatan yang luar biasa,” ujarnya penuh makna.
Menurut Edi, dalam lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi seperti operasional pelabuhan, karakter seorang pemimpin sangat menentukan. Bukan hanya soal pencapaian target, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keselamatan, membangun rasa saling percaya, dan menumbuhkan kepedulian di antara sesama pekerja.
“Integritas adalah energi penggerak. Ketika integritas hadir, maka akan lahir rasa aman, rasa percaya, dan semangat untuk saling menjaga,” tambahnya.
Suasana semakin menyentuh saat narasumber kegiatan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara Medan, Muhammad Syukri Albani Nasution, mengingatkan bahwa seorang pemimpin sejati tidak hadir untuk dihormati semata, tetapi untuk menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya.
“Leadership is influence, not position. Kepemimpinan bukan soal jabatan, tetapi tentang keteladanan. Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu menghadirkan harapan, menenangkan di tengah tekanan, dan menjadi cahaya bagi timnya,” ungkap Syukri.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya ownership dan akuntabilitas dalam organisasi. Ketika setiap insan perusahaan merasa memiliki tempat kerjanya, maka akan tumbuh kepedulian, loyalitas, dan semangat untuk memberikan yang terbaik.
Menurutnya, tantangan zaman seperti tekanan kerja, ego sektoral, hingga burnout hanya bisa dihadapi dengan kepemimpinan yang memiliki nilai, hati, dan empati.
“Karakter adalah kompas kehidupan organisasi. Ketika integritas dijaga, kepercayaan akan tumbuh. Dan ketika kepercayaan tumbuh, organisasi akan mampu bertahan dan melangkah lebih jauh dengan penuh kekuatan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Multi Terminal tidak hanya membangun budaya kerja yang profesional, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan agar setiap insan perusahaan mampu bekerja bukan hanya dengan pikiran, melainkan juga dengan hati demi pelayanan terbaik bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Indra/Humas

