TAPANULI SELATAN – Jumat 6 Juni 2026 | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur jalan nasional di Kabupaten Tapanuli Selatan yang terdampak bencana alam. Penanganan difokuskan pada ruas Tarutung–Sibolga kilometer 40–60.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara Hardy P. Siahaan mencatat terdapat 70 titik kerusakan di koridor tersebut. Untuk tahun anggaran 2026, sebanyak 20 lokasi ditetapkan sebagai prioritas penanganan. Saat ini, 10 lokasi telah memasuki tahap konstruksi dengan progres pekerjaan klaster mencapai 14,43 persen.
Beberapa pekerjaan yang sedang berlangsung di lapangan meliputi pekerjaan borpile lanjutan pada ruas Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, STA 43+900. Kemudian pekerjaan tanah timbun di STA 67+700 untuk stabilisasi badan jalan.
Selain itu dikerjakan pula platform borpile di ruas Perkebunan Malombu, Kecamatan Angkola Barat, STA 14+800. Pekerjaan fabrikasi tulangan borpile juga berjalan di ruas Batang Toru–Rianiate–Batu Mundom, Kecamatan Angkola Sangkunur, STA 43+800.
Guna mempercepat pemulihan konektivitas, sejumlah alat berat telah dikerahkan. Jenis alat yang digunakan antara lain excavator, loader, backhoe loader, vibro roller, dozer, motor grader, dump truck, flatbed truck, borpile machine, asphalt finisher, asphalt mixing plant, dan batching plant.
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan koridor utama Tarutung–Sibolga akan kembali terhubung sepenuhnya. Selama masa perbaikan dan penyempurnaan, pengguna jalan diarahkan melalui jalur sementara atau detour untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
(BBPJN Sumut/Red)

