Ramadhan yang Menghangatkan: Ketika Polisi Hadir Bukan dengan Sirene, Tapi Dengan Kepedulian

Serdang Bedagai – Sore itu, Rabu (4/3/26) sekira pukul 17.15 WIB, langit Serdang Bedagai mulai berwarna jingga. Di depan Mapolres Serdang Bedagai, bukan hanya kendaraan yang lalu-lalang, tetapi juga kehangatan yang mengalir dari tangan-tangan yang tulus berbagi.

Dalam suasana bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) 1 Polres Serdang Bedagai membagikan 120 porsi takjil gratis kepada masyarakat yang melintas. Bubur ketan hitam hangat dan air mineral sederhana itu mungkin terlihat biasa, namun sore itu nilainya terasa begitu istimewa.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Sergai, AKP Inja V. Kaban, S.H., bersama jajaran Pengawas Keuangan, Pengawas Gizi, Asisten Lapangan, Admin, serta para relawan. Dengan senyum ramah dan sapaan hangat, mereka menyambut setiap pengendara yang berhenti.

Tak ada sekat, tak ada jarak. Polisi dan masyarakat berdiri berdampingan dalam satu rasa: kebersamaan.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan ini. Mungkin takjil ini sederhana, tapi kami berharap bisa menjadi penyemangat bagi masyarakat yang sedang berpuasa dan menjadi jembatan silaturahmi antara kami dan warga,” ujar AKP Inja V. Kaban dengan penuh ketulusan.

Beberapa pengendara terlihat menahan haru. Ada pekerja yang masih mengenakan seragam, ada ibu rumah tangga yang membonceng anaknya, ada pula ojek online yang berhenti sejenak dari perjuangan mencari nafkah.

Salah satunya, Ibu Siti (45), tersenyum bahagia saat menerima takjil.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak. Ini benar-benar berarti buat kami yang masih di jalan saat waktu berbuka hampir tiba. Semoga polisi kita selalu diberi kesehatan dan keberkahan,” ucapnya dengan mata berbinar.

Antrean berjalan tertib. Tak ada dorongan, tak ada kegaduhan. Yang ada hanyalah rasa syukur dan doa-doa yang terucap pelan.

Di bulan yang mengajarkan arti sabar dan kepedulian, Polres Serdang Bedagai membuktikan bahwa tugas menjaga keamanan dapat berjalan seiring dengan menebar kasih sayang. Karena sejatinya, keamanan bukan hanya soal hukum, tetapi juga tentang hadirnya rasa peduli di tengah masyarakat.

Ramadhan sore itu bukan hanya tentang menunggu azan Maghrib, tetapi tentang bagaimana kebersamaan mampu menghangatkan hati siapa saja yang merasakannya.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *