Saat Rekan Terbaring Sakit, Brimob Sumut Datang Membawa Harapan dan Air Mata Persaudaraan

Medan — Di balik ketegasan seragam dan kerasnya tugas sebagai pasukan elit, tersimpan hati yang penuh kepedulian di tubuh Satuan Brimob Polda Sumatera Utara. Ketika salah satu rekan seperjuangan jatuh sakit, yang lain datang bukan sekadar menjenguk, tetapi membawa semangat dan harapan.

Melalui program Minggu Kasih bertema “Solidaritas Tanpa Batas: Brimob Polda Sumut Menguatkan Rekan yang Sakit”, personel Brimob menunjukkan bahwa persaudaraan di dalam korps bukan sekadar slogan. Minggu (8/3/2026), mereka menyambangi rekan-rekan yang tengah berjuang melawan sakit menahun.

Langkah-langkah penuh kepedulian itu dimulai dari Rumah Sakit Murni Teguh di Jalan Jawa, Kecamatan Medan Timur. Di ruang perawatan yang sunyi, kehadiran para sahabat seperjuangan menghadirkan suasana yang berbeda. Senyum dan sapaan hangat seketika memecah kesunyian, seolah membawa semangat baru bagi mereka yang sedang terbaring lemah.

Perjalanan kepedulian itu kemudian berlanjut ke Asrama Brimob Batalyon A Pelopor di Kota Binjai dan Asrama Brimob Kompi 2 Batalyon A Pelopor di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Di setiap tempat yang mereka datangi, satu hal yang sama selalu terlihat: rasa persaudaraan yang begitu kuat.

Kegiatan bakti sosial ini dipimpin oleh Danki 4 Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sumut, AKP Ridwan, bersama Wadanki 2 Batalyon A Pelopor, Iptu Indra P. Sihite, SH. Mereka menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan tali asih kepada rekan-rekan yang sedang menjalani masa pemulihan.

Namun lebih dari sekadar bantuan materi, yang paling berharga adalah kehadiran dan perhatian dari rekan-rekan satu korps. Di tengah perjuangan melawan sakit, dukungan itu menjadi energi baru untuk terus bertahan dan berharap.

Beberapa personel yang menerima kunjungan tampak tak kuasa menahan haru. Mata mereka berkaca-kaca ketika melihat sahabat-sahabat yang selama ini bersama di medan tugas kini datang memberikan semangat.

Di momen itulah terasa bahwa Brimob bukan hanya sebuah institusi, melainkan keluarga besar yang saling menjaga. Ketika satu anggota terluka atau sakit, yang lain akan datang menguatkan, mengingatkan bahwa perjuangan tidak pernah dijalani sendirian.

Solidaritas seperti inilah yang menjadi kekuatan sejati di tubuh Brimob. Bukan hanya kuat di medan tugas, tetapi juga kuat dalam rasa persaudaraan dan kemanusiaan.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *