Sentuhan Cinta Menjelang Ramadan 1447 H, PT Agro Raya Mas Hadirkan Senyum untuk Warga Sei Mati

MEDAN LABUHAN – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, suasana berbeda terasa di Jalan Kapten M. Ilyas, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (28/2/2026).

Sejak pukul 10.30 WIB, ratusan warga tampak tertib mengantre demi mendapatkan paket sembako dengan harga terjangkau.

Di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok yang semakin dirasakan masyarakat, PT Agro Raya Mas mengambil peran melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menggelar Pasar Murah bagi warga di sekitar wilayah operasionalnya.

Sebanyak 400 paket sembako disediakan dan dijual seharga Rp50.000 per paket. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, MinyaKita 2 liter, serta gula pasir 1 kilogram—kebutuhan dasar yang sangat berarti menjelang bulan puasa.
Humas PT Agro Raya Mas, Jhon Herdianto Sinaga, didampingi tim Committee CSR, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati perusahaan terhadap kondisi masyarakat.

“Kami ingin kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan manfaatnya. Ramadan adalah momen berbagi dan memperkuat kebersamaan. Semoga ini bisa sedikit meringankan beban warga,” ujarnya.

Kehangatan tak hanya terasa dari penyelenggara, tetapi juga dari warga yang menerima manfaat. Siti Aisyah (43), warga Sei Mati, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu kami. Harga kebutuhan sekarang naik terus. Dengan Rp50 ribu sudah dapat beras, minyak, dan gula, tentu sangat meringankan. Kami merasa diperhatikan,” tuturnya penuh syukur.
Hal senada disampaikan Rahmat (38), warga Lingkungan 6 Kelurahan Martubung. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya soal sembako murah, tetapi tentang kepedulian.

“Kami senang karena perusahaan peduli dengan warga sekitar. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus ada, apalagi menjelang Ramadan,” katanya.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan Bhabinkamtibmas serta dukungan tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan ketenangan sekaligus harapan di tengah masyarakat.
Ramadan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang berbagi dan menguatkan satu sama lain. Di Sei Mati pagi itu, kepedulian sederhana berubah menjadi senyum tulus dan doa yang mengalir dari hati warga.

Editor: Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *