Skandal Dugaan Pemotongan Gaji Supir AMT di PT Elnusa Petrofin, HRD Tak Berani Beri Klarifikasi

Medan Labuhan  ~ Keresahan melanda para Awak Mobil Tangki (AMT) pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang bekerja di PT Elnusa Petrofin Fuel Terminal Medan Group. Para supir mengeluhkan adanya dugaan pemotongan gaji dan ritase secara sepihak yang diduga dilakukan oleh oknum HRD bernama Liza Handayani.
Keluhan tersebut mencuat setelah sejumlah supir mengaku setiap kali menerima gaji selalu terdapat potongan yang tidak pernah dijelaskan secara transparan kepada mereka.

Salah seorang supir tangki yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kepada awak media bahwa pemotongan gaji tersebut sudah berlangsung cukup lama dan menimbulkan tanda tanya besar di kalangan para pekerja.

“Setiap kali kami gajian selalu ada potongan. Tapi kami tidak pernah tahu potongan itu untuk apa. Tidak pernah ada penjelasan dari HRD. Bahkan slip gaji pun tidak pernah kami terima,” ungkapnya.

Menurut para supir, kondisi tersebut membuat mereka merasa diperlakukan tidak adil karena hak mereka sebagai pekerja tidak dijelaskan secara terbuka.
Padahal berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan Pasal 53 Ayat (2), perusahaan wajib memberikan slip gaji kepada karyawan sebagai bentuk transparansi pembayaran upah.

Namun ironisnya, para supir AMT mengaku selama bekerja mereka tidak pernah menerima slip gaji maupun slip ritase, sehingga mereka tidak mengetahui secara pasti rincian penghasilan maupun potongan yang dikenakan.

Tidak hanya soal pemotongan gaji, sejumlah supir juga menilai sikap oknum HRD tersebut dinilai arogan dan tidak mencerminkan etika seorang pengelola sumber daya manusia.

“HRD seharusnya menjadi jembatan antara perusahaan dan karyawan. Tapi yang kami rasakan justru sebaliknya. Bukannya menyelesaikan masalah, malah menimbulkan keresahan di kalangan supir,” ujar sumber tersebut.

Para supir AMT berharap manajemen PT Elnusa Petrofin tidak menutup mata terhadap persoalan ini dan segera mengambil langkah tegas agar polemik yang berlarut-larut ini tidak semakin mencoreng nama baik perusahaan.
Selain itu, mereka juga meminta perhatian dari PT Pertamina Patra Niaga selaku pihak yang mempercayakan PT Elnusa Petrofin sebagai transportir pengangkut dan pendistribusi BBM di wilayah Sumatera Utara.

Menurut mereka, dugaan pemotongan gaji dan ritase secara sepihak ini telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan kegaduhan di lingkungan kerja para supir tangki.

Sementara itu, awak media jelajah perkara telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Liza Handayani selaku HRD PT Elnusa Petrofin melalui pesan singkat WhatsApp terkait dugaan pemotongan gaji dan ritase tanpa disertai slip gaji maupun slip ritase.

Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban maupun klarifikasi, sehingga menimbulkan tanda tanya besar di tengah para pekerja yang menuntut kejelasan atas hak mereka.

bambang

Editor:indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *