Lampung Tengah — Pengawas Pabrik Huller Kelompok Tani Fajar 1 dan Fajar 2, Suher, kembali mengimbau masyarakat agar menggiling gabah di pabrik milik kelompok tani. Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan usaha, melainkan demi menjaga keberlangsungan program sosial yang selama ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Suher menjelaskan, sebagian hasil operasional pabrik dialokasikan untuk kegiatan sosial, seperti zakat, santunan bagi warga yang sakit, hingga bantuan kepada keluarga yang mengalami musibah kematian.
“Kami mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Pabrik siap menjemput gabah dari rumah warga dan mengantarkannya kembali dalam bentuk beras. Kami ingin memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan bermanfaat,” ujar Suher, Senin (15/6/2026).
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan rasa kebersamaan.
“Bagi yang memiliki gabah, jangan egois. Ketika Bapak dan Ibu memilih menggiling di pabrik kelompok tani, berarti ikut memikirkan saudara-saudara yang tidak memiliki sawah. Jika masyarakat peduli kepada pengurus dan pabrik ini, maka kami pun siap hadir membantu ketika ada keluarga yang sakit ataupun tertimpa musibah kematian,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Kelompok Tani Fajar 1 dan Fajar 2, Dwi Hartoyo, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah berupaya melakukan koordinasi dengan Lurah Trimurjo, Andri Gunarsa, terkait maraknya aktivitas pabrik keliling (grandong) yang masih melayani penggilingan padi di wilayah Bedeng 4.
Namun, menurut Dwi, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Koordinasi sudah dilakukan melalui Pak Lurah Trimurjo. Namun langkah yang ditempuh hanya dengan memerintahkan Ketua RW untuk menyampaikan imbauan. Faktanya, hal itu sama sekali tidak berpengaruh. Tidak ada ketegasan maupun perhatian dari pemangku kepemimpinan. Kami menilai fungsi pembinaan dan pengawasan belum berjalan maksimal dan terkesan asal-asalan,” ujar Dwi kepada media ini.
Dwi berharap seluruh masyarakat dapat mendukung keberadaan pabrik milik kelompok tani yang dibangun untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi.
Melalui pengumuman yang disampaikan pengurus Kelompok Tani Fajar 1 dan Fajar 2, masyarakat juga diimbau dengan penuh hormat kepada para pemilik grandong atau pabrik keliling agar tidak melayani penggilingan padi di wilayah Bedeng 4, mengingat di wilayah tersebut telah berdiri pabrik huller milik masyarakat yang hasil usahanya dikembalikan untuk kepentingan zakat, kegiatan sosial, santunan warga sakit, serta bantuan bagi keluarga yang berduka.
Pengurus berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi landasan masyarakat dalam memilih tempat menggiling padi, sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat kembali dirasakan oleh warga secara luas.


