SIBOLGA — Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon bersama Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Gatot Sukmara dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional BBPJN Sumatera Utara Hardy Siahaan melakukan kunjungan lapangan ke wilayah Garoga dan Sibolga, Sumatera Utara, pada hari Selasa 14 Juli.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau penanganan infrastruktur jalan dan jembatan nasional yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Dalam pemaparan di lapangan, disampaikan progres masing-masing klaster penanganan. Untuk Klaster 1 sebesar 14,88 persen, Klaster 2 sebesar 22,60 persen, Klaster 3 sebesar 20,21 persen, Klaster 4 sebesar 27,32 persen, dan Klaster 5 sebesar 29,39 persen. Dengan demikian progres rata-rata mencapai 22,15 persen.
Terkait rencana pekerjaan ke depan, disampaikan bahwa rencana pekerjaan di jembatan Garoga 2 berupa penggantian jembatan. Sementara itu rencana pekerjaan di Garoga 3 pada alur sungai baru berupa box culvert.
Pihak terkait juga menyatakan berusaha melakukan percepatan penanganan bencana di seluruh klaster yang terdampak bencana.
Kepala BBPJN Sumatera Utara Hardy Siahaan memaparkan kondisi terkini serta strategi penanganan pada setiap klaster ruas jalan nasional. Penjelasan meliputi kondisi eksisting tiap klaster, prioritas penanganan, progres pekerjaan di lapangan, kendala yang dihadapi, serta langkah percepatan untuk memastikan konektivitas tetap terjaga.
“Kami berkomitmen menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan keberlanjutan sehingga konektivitas masyarakat dapat pulih secara maksimal,” ujar Hardy.
Turut mendampingi Kabid Preservasi II Agung Setyawan, Kepala Satker PJN III Syamsul Rizal, dan para PPK terkait.
(BBPJN Sumut/Red)

