LANGKAT — Praktik perjudian Toto Gelap (togel) diduga kian menggurita di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di Kecamatan Hinai dan Sawit Seberang, aktivitas ilegal ini bukan lagi rahasia—ia tumbuh terang-terangan, seolah kebal hukum dan luput dari penindakan.
Sejumlah warga menyebut, jaringan togel tersebut dikendalikan oleh sosok yang dikenal dengan sapaan “Ketua Ucok”, yang disebut-sebut sebagai bandar baru. Alih-alih meredup, kehadirannya justru membuat praktik perjudian semakin berani dan terbuka. Para juru tulis (jurtul) bahkan leluasa beroperasi di tengah masyarakat tanpa rasa khawatir.
“Sudah lama ini berjalan. Tapi sejak ada bandar baru, mereka makin nekat. Tidak ada lagi rasa takut. Kami menduga ada oknum yang membekingi,” ujar seorang warga dengan nada geram, meminta identitasnya dirahasiakan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dalam satu hari terdapat tiga putaran permainan—Sidney, Singapura, dan Hongkong—dengan perputaran uang mencapai puluhan juta rupiah di setiap putaran. Nilai fantastis ini menjadikan togel bukan sekadar permainan, tetapi bisnis ilegal yang mengakar dan sulit disentuh.
“Sehari bisa tiga kali putaran, pemainnya ramai terus. Banyak yang percaya ‘kode alam’. Uangnya bisa puluhan juta,” ungkap GN, warga yang mengaku pernah ikut bermain.
Lebih mengkhawatirkan, muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa praktik ini aman dari jerat hukum.
“Kalau mau pasang, pasang saja. Di sini aman,” kata GN, mencerminkan hilangnya rasa takut terhadap aparat.
Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan komitmen Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang menegaskan pemberantasan segala bentuk perjudian tanpa kompromi. Secara hukum, praktik ini juga melanggar Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.
Namun realita di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar. Aktivitas perjudian di Langkat seakan berjalan tanpa hambatan, memicu kecurigaan publik terhadap keseriusan aparat penegak hukum, khususnya Polres Langkat.
“Kalau ini terus dibiarkan, kepercayaan masyarakat bisa runtuh. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar imbauan,” tegas seorang tokoh masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Langkat, David Triyo Prasojo, menyatakan telah menginstruksikan jajarannya untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional dan akuntabel.
“Saya sudah tekankan kepada penyelidik dan penyidik agar setiap penanganan laporan mengedepankan prinsip profesional, prosedural, proporsional, legalitas, legitimasi, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi tanpa verifikasi, guna menghindari kesalahpahaman dan potensi pelanggaran hukum sesuai ketentuan Undang-Undang ITE.
Meski demikian, desakan masyarakat tidak surut. Mereka menuntut langkah konkret dan terukur, bukan sekadar pernyataan normatif. Sebab, maraknya praktik togel bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman nyata terhadap kehidupan sosial dan masa depan generasi.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, yang dipertaruhkan bukan hanya tegaknya hukum—tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap institusi penegak hukum itu sendiri
Tim
Editor:Ind

