Gunungsitoli Selatan — Deru ombak yang menghantam bibir Pantai Laharuga seakan menjadi saksi kepedulian puluhan personel Brimob Polda Sumatera Utara yang turun langsung memunguti sampah demi mengembalikan keindahan alam yang mulai tergerus oleh ulah manusia. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Polri ke-80, Personel Kompi 4 Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumut menggelar Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pantai Laharuga, Desa Ononamolo Lot II, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Jumat (19/06/2026).
Di bawah terik matahari dan semilir angin pantai, para personel Brimob tak ragu mengotori tangan mereka demi membersihkan kawasan wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Nias. Sampah-sampah organik maupun non-organik yang berserakan satu per satu dikumpulkan, menciptakan perubahan nyata yang langsung terlihat di sepanjang garis pantai.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Kompi 4 Batalyon C, IPTU Ari Budi Dermawan, S.H., bukan sekadar agenda seremonial menyambut HUT Polri. Aksi tersebut menjadi simbol bahwa pengabdian Polri tidak hanya hadir saat masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga ketika alam membutuhkan kepedulian dan perlindungan.
Dengan penuh semangat kebersamaan, personel Brimob menyusuri kawasan pantai, membersihkan setiap sudut yang tercemar sampah. Pemandangan ini menghadirkan pesan kuat bahwa menjaga lingkungan adalah tugas bersama yang tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.
“Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga keindahan alam,” ujar IPTU Ari Budi Dermawan, S.H.
Aksi kemanusiaan dan kepedulian lingkungan tersebut mendapat perhatian masyarakat sekitar. Kehadiran Brimob di tengah-tengah masyarakat dengan membawa semangat gotong royong menjadi bukti bahwa Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin dekat dengan rakyat.
Usai kegiatan, wajah Pantai Laharuga tampak berbeda. Hamparan pasir terlihat lebih bersih, lingkungan menjadi lebih nyaman, dan pesona alam yang sebelumnya tertutup sampah kembali memancarkan keindahannya. Sebuah perubahan sederhana, namun memiliki makna besar bagi masa depan lingkungan.
Momentum HUT Polri ke-80 ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui penegakan hukum atau pengamanan. Terkadang, pengabdian juga hadir dalam bentuk sapu, karung sampah, dan ketulusan untuk menjaga bumi tetap lestari. Dari Pantai Laharuga, Brimob Polda Sumut menunjukkan bahwa mencintai negeri bisa dimulai dari menjaga kebersihan setiap jengkal tanah dan pesisir yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Indra/humas

