Yogyakarta, 31 Juli 2026 – Upaya menjadikan Senam Jogja sebagai identitas olahraga masyarakat berbasis budaya terus diperkuat. Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Yogyakarta bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta menggelar Sosialisasi Senam Jogja bagi Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) jenjang SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Yogyakarta di Aula SMP Negeri 1 Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).
Melalui kegiatan ini, para guru dipersiapkan menjadi penggerak sekaligus duta Senam Jogja di lingkungan sekolah agar senam yang menggabungkan unsur olahraga, seni, dan budaya tersebut semakin dikenal serta menjadi kebiasaan positif bagi peserta didik.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Yogyakarta, Deni Sudaryanto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Senam Jogja merupakan inovasi yang memiliki nilai lebih karena tidak hanya berorientasi pada peningkatan kebugaran jasmani, tetapi juga menjadi media memperkenalkan jati diri dan budaya Yogyakarta kepada generasi muda.
“Melalui para guru PJOK, kami berharap Senam Jogja dapat dilaksanakan secara rutin di sekolah sehingga menjadi bagian dari aktivitas peserta didik sekaligus memperkuat karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah,” ujarnya.
Ketua KORMI Kota Yogyakarta, Dra. Rr. Septi Sri Rejeki, menegaskan bahwa KORMI memiliki tanggung jawab untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Salah satu wujud nyata dari amanah tersebut adalah pengembangan Senam Jogja yang lahir dari kolaborasi KORMI Kota Yogyakarta bersama Disdikpora Kota Yogyakarta.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan Senam Jogja sangat bergantung pada peran guru sebagai ujung tombak di satuan pendidikan. Karena itu, sosialisasi ini menjadi langkah strategis agar para guru memiliki pemahaman yang sama mengenai filosofi, teknik gerakan, hingga cara mengajarkannya kepada peserta didik.
“Kami berharap Senam Jogja nantinya dapat dipraktikkan secara luas di sekolah-sekolah dan menjadi bekal bagi siswa dalam mengikuti Lomba Peragaan Senam Jogja yang tengah dipersiapkan sebagai program bersama pada tahun mendatang,” kata Septi.
Dalam sesi materi, koreografer Senam Jogja, Umi Haryani, S.Pd., M.Or., menjelaskan sejarah, filosofi, dan makna setiap rangkaian gerakan yang terinspirasi dari nilai-nilai budaya Yogyakarta.
Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik bersama yang dipandu langsung oleh Umi Haryani bersama instruktur KORMI Kota Yogyakarta untuk memastikan setiap peserta mampu menguasai gerakan secara benar, kompak, dan seragam.
Kegiatan berlangsung penuh semangat dengan keterlibatan aktif para peserta dalam setiap sesi. Suasana semakin meriah saat pembagian doorprize pada penghujung acara yang menjadi penutup rangkaian sosialisasi.
Melalui sinergi antara KORMI Kota Yogyakarta dan Disdikpora Kota Yogyakarta, Senam Jogja diharapkan tidak hanya berkembang sebagai olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya, pembentukan karakter, serta penguatan gaya hidup sehat di kalangan pelajar. Dengan dukungan para guru PJOK, Senam Jogja diyakini akan semakin mengakar di sekolah-sekolah dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Yogyakarta. (LH)

