Andar Amin Harahap (AAH) Terpilih Ketua Partai Golkar Sumut: Antara Politik Balas Dendam dan Persiapan ADK Cagubsu 2029?

Setelah berlangsung Musyawarah Daerah (Musda) ke XI Partai Golkar Sumatera Utara pada tanggal 31 Januari – 2 Februari 2026 di Hotel JW. Mariott telah membuka spekulasi dinamika Partai Golkar Sumatera Utara atas pencopotan Musa Rajekshah yang digantikan oleh Plt. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, sebuah pertanyaan yang layak dianalisis apakah ada korelasi politik balas dendam pada Musda ke XI Partai Golkar Sumut dengan terpilihnya AAH atau sebuah skenario persiapan ADK Cagubsu 2029? Desain Musda diduga didesain oleh 3 tokoh?

 

Catatan pada hasil Musda ke XI Partai Golkar Sumut dengan dua kandidat yang mendaftar dan mengembalikan formulir yaitu AAH dan Hendri Yanto Sitorus (HYA), siapa sebenarnya sosok representasi DPP Partai Golkar? Apakah terpilihnya AAH sebagai peta baru politik Golkar Sumut untuk didorong pada pertarungan Pilgubsu 2029 melawan Bobby Afif Nasution? Atau dibalik ketidakhadiran Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan Ketum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah memunculkan beragam asumsi, benarkah ucapan selamat dari Ketum DPP Partai Golkar sudah disampaikan kepada AAH sebagaimana disampaikan Sekretaris Partai Golkar Sumut Rolel Harahap dalam siaran persnya untuk penguatan legalitas dukungan tanpa kecurigaan kepada hasil Musda ke XI Partai Golkar Sumut.

 

Jika dilihat dari fase awal proses Musda telah mampu melahirkan sebuah kompromi politik dengan adanya calon tunggal yang dianggap lolos persyaratan 30 persen pemilik suara (dari 39 sekitar 12 suara). Tetapi yang menjadi pertanyaan publik adalah seakan terjadi dukungan mayoritas ini terlihat 30 dukungan awal sudah menyatakan kebulatan tekad memenangkan AAH, ada apa dibalik terciptanya begitu cepat dukungan, siapa aktor dan atas nama persahabatankah atau memang untuk perjuangan balas dendam politik?

 

Bagaimana dinamika Partai Golkar Sumut akan terus menarik dikaji dalam spektrum ‘partai pemerintah’ dan ‘partai kader’. Mampukah AAH memainkan peran pada kontestasi 2029, atau ini menjadi tugas besar bagi ADK untuk nantinya meyakinkan Ketum DPP Bahlil mempercepat SK dan pelantikan. Kemana arah baru Golkar Sumut dibawah kepemimpinan AAH? Tarikan politik DPP Partai Golkar akan menjadi dinamika baru partai Golkar Sumut. AAH adalah figur yang dipersiapkan memimpin Golkar Sumut dan ADK kandidat Cagubsu 2029?

 

~H.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *