Gowa, Sulawesi Selatan – 01 Juli 2026 Ratusan warga, pemuda, dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gedung DPRD Kabupaten Gowa, Jalan Masjid Raya, Sungguminasa. Aksi damai namun tegas ini disuarakan sebagai bentuk kekecewaan mendalam, dengan tuntutan utama: Bupati Gowa. Hj Sitti Husniah Talenrang segera mengundurkan diri dari jabatannya demi menjaga nilai luhur budaya Siri’ Na Pace yang menjadi pedoman hidup masyarakat Bugis-Makassar.
Aksi ini dipicu oleh beberapa hal yang dinilai mencederai marwah pemerintahan dan harga diri daerah. Isu dugaan skandal pribadi: Merebak luas kabar dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Bupati, dianggap sangat melanggar norma kesusilaan dan adat.
Kontroversi kebijakan: Dugaan maladministrasi, proyek anggaran yang janggal, hingga pencabutan beasiswa pendidikan yang dianggap tidak transparan.
Tidak ada klarifikasi: Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi yang jelas dan terbuka dari pihak Bupati maupun timnya, sehingga menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Bagi warga Gowa, Siri’ Na Pace bukan sekadar istilah — melainkan identitas: siri’ berarti harga diri, kehormatan, dan martabat; sedangkan pace bermakna rasa empati, tanggung jawab, dan menjaga kebaikan bersama. Jika pemimpin sudah dinilai mencoreng nilai ini, maka langkah terbaik adalah mengundurkan diri secara terhormat.

“Jaga Siri’ Na Pace, Bupati Mundur Saja”
“Hormati Harga Diri Daerah, Jangan Pertahankan Jabatan”
“Jika Tak Bisa Buktikan Bersih, Segera Lengser”
Dalam orasinya, koordinator lapangan menegaskan:
“Kami tidak ingin kekerasan. Kami hanya meminta kesadaran. Pemimpin harus menjadi teladan. Jika sudah tercoreng, mempertahankan jabatan justru menambah luka harga diri warga Gowa.”
Tuntutan resmi yang disampaikan:
1. Bupati Husniah Talenrang segera mengundurkan diri secara sukarela
2. DPRD Gowa segera mengundang Bupati Husniah Talenrang ke Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut semua dugaan pelanggaran
3. Aparat hukum menindaklanjuti dugaan yang ada secara adil dan tanpa pandang bulu
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi tertulis dari Bupati Gowa maupun Pemerintah Kabupaten Gowa. Masyarakat mengawasi ketat perkembangan selanjutnya, dan mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika tidak ada jawaban yang memuaskan dalam waktu dekat.
Redaksi : Jelajahperkara2.Com
Mariyanto.

