Bandar Lampung — Masa kelulusan bukan hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga kesempatan untuk menambah wawasan, mempererat silaturahmi, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan bagi para peserta didik. Hal itulah yang dilakukan sebanyak 35 siswa-siswi lulusan SD Negeri 2 Trimurjo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Tahun Ajaran 2025/2026.
Didampingi orang tua dan dewan guru, para siswa mengikuti kegiatan wisata edukasi ke Museum Lampung yang dilanjutkan dengan acara perpisahan penuh makna di Pantai Merak Belantung (M. Beach), Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (11/6/2026).
Kepala SD Negeri 2 Trimurjo, Haryanto, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama antara pihak sekolah, siswa, dan wali murid sebagai bentuk kebersamaan dalam menutup perjalanan pendidikan selama enam tahun di bangku sekolah dasar.
“Selamat menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Raihlah cita-cita setinggi-tingginya, belajar lebih giat demi masa depan yang lebih baik. Semoga apa yang dicita-citakan dapat tercapai dan kelak menjadi pribadi yang berguna bagi orang tua, bangsa, dan negara,” pesan Haryanto.
Ia juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga akhlakul karimah dan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama belajar di SD Negeri 2 Trimurjo.
“Pertahankan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Luruskan niat dan apa yang dicita-citakan. Saat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, ikutilah kegiatan-kegiatan positif seperti Rohis, Paskibra, bela diri, maupun kepramukaan sebagai sarana membentuk karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan,” tambah Haryanto.
Pada kesempatan yang sama, Haryanto juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh dewan guru apabila selama enam tahun mendidik terdapat kekhilafan dan kekurangan.
“Atas nama seluruh dewan guru, kami memohon maaf apabila selama mendidik anak-anak terdapat kesalahan maupun kekurangan. Selanjutnya kami serahkan kembali anak-anak kepada orang tua untuk melanjutkan pembinaan dan pendampingan menuju jenjang pendidikan berikutnya,” ungkapnya.
Salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah Museum Lampung yang berlokasi di Jalan ZA Pagar Alam, Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Di museum tersebut para siswa diperkenalkan dengan berbagai koleksi sejarah dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Lampung.
Ketua Komite SD Negeri 2 Trimurjo, Dwi Hartoyo, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, wisata edukasi menjadi cara efektif untuk mengenalkan sejarah dan budaya daerah kepada generasi muda sejak dini.
“Perjalanan ini bukan sekadar rekreasi setelah lulus sekolah. Anak-anak diajak belajar langsung mengenal sejarah, adat istiadat, dan budaya Lampung melalui koleksi yang tersimpan di Museum Lampung. Dengan memahami sejarah daerahnya, diharapkan tumbuh rasa cinta dan tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Museum Lampung diketahui menyimpan ribuan koleksi benda bersejarah dan budaya yang menggambarkan perjalanan peradaban masyarakat Lampung, mulai dari masa prasejarah, zaman kerajaan, hingga masa perjuangan kemerdekaan.
Selain menambah wawasan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan emosional antara siswa, orang tua, dan guru. Suasana haru dan kebersamaan semakin terasa saat acara perpisahan yang digelar di Pantai Merak Belantung (M. Beach), Lampung Selatan.
Di tengah deburan ombak dan keindahan pantai, para siswa, orang tua, dan guru saling berbagi kenangan serta doa untuk masa depan. Kegiatan itu menjadi penutup yang indah bagi perjalanan enam tahun pendidikan dasar mereka.
Perpisahan tersebut meninggalkan pesan mendalam bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus menuntut ilmu, membangun karakter, dan menggapai cita-cita setinggi langit.


