Kadis DLH Deli Serdang Bertahan Bungkam, Warga Sigara-gara: “Kadis Pelayanan Publik Masa Susah Komunikasi?

DELI SERDANG – Diamnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang, Rio Laka Dewa, saat dikonfirmasi dugaan pencemaran PT Eramas Coconut Industries dan PT Tanimas Soap Industries kini memicu kemarahan warga Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak.

Tim Media mengkonfirmasi secara rutin melalui WhatsApp pribadi Rio Laka Dewa sejak investigasi mulai hari Jumat 5/6/26 dan 11 Juni 2026 Hasilnya nihil. Tidak ada jawaban, tidak ada klarifikasi, tidak ada itikad baik untuk menjelaskan.

“Kepala dinas pelayanan masyarakat masa sulit komunikasi saja. Ada apa sebenarnya? Warga sudah resah, anak-anak tiap hari hirup asap hitam, air sumur sudah tidak layak minum. Tapi Kadisnya pilih bungkam,” ujar salah seorang warga Sigara-gara dengan nada kecewa, Kamis (11/6/26).

Sikap tertutup itu dinilai warga bertentangan dengan tugas pokok DLH. Sesuai UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, negara wajib menjamin hak warga atas lingkungan yang baik dan sehat. DLH adalah garda terdepan.

“Kalau Kadisnya saja susah dihubungi, apalagi mau turun cek lapangan. Ini pelayanan publik atau pelayanan perusahaan?” celetuk warga lain.

Bukti di Lapangan Bantah Bantahan

Pantauan Tim Media, cerobong kedua pabrik di Jalan Pertahanan masih mengepulkan asap hitam tebal setiap pagi dan sore. Warga juga menduga limbah B3 ditumpuk di belakang pabrik lalu mengalir ke Sungai Seruai saat hujan. Bau menyengat langsung masuk pemukiman.

Bantahan “Pak Kampret” penjaga lahan yang bilang “mana ada bau” justru runtuh oleh pengakuannya sendiri. “Untuk minum ya beli Aqua galon”. Fakta warga harus beli air galon adalah bukti paling telanjang bahwa air tanah Sigara-gara sudah tercemar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun klarifikasi resmi dari PT Eramas Coconut Industries, PT Tanimas Soap Industries, maupun DLH Deli Serdang.

Tuntutan Warga: Uji Lab Sekarang

Warga mendesak DLHK Provinsi Sumut dan Gakkum KLHK turun langsung tanpa menunggu restu DLH Deli Serdang. Tuntutan jelas: uji laboratorium air sumur warga, air Sungai Seruai, dan uji kualitas udara di sekitar pabrik.

“Jangan tunggu korban jatuh baru gerak. Kami berhak tahu apa yang kami hirup dan kami minum setiap hari. Kalau DLH Deli Serdang tidak mampu atau tidak mau, mundur saja. Kasih orang yang berani buka data untuk rakyat,” tegas warga.

Tim Media akan terus mengawal dan mempublikasikan setiap perkembangan. Diam bukan pilihan ketika nyawa warga jadi taruhan.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *