Tapanuli Selatan – 22 Mei 2026 | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut) terus mempercepat penanganan permanen pada ruas jalan Batang Toru–Singkuang yang terdampak bencana alam. Evaluasi lapangan dilakukan langsung oleh pimpinan balai pada Senin, 19 Mei 2026.
Kepala BBPJN Sumut Hardy Siahaan memimpin langsung kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut. Ia didampingi Kabid Preservasi II Agung Setyawan, Kasatker PJN III Syamsul Rizal, serta PPK 3.3 Provinsi Sumatera Utara Fauzan Lubis.
Dalam peninjauan itu, tim memastikan seluruh proses pekerjaan berjalan sesuai rencana. Fokus utama adalah menjaga kualitas, mutu, dan ketepatan waktu pelaksanaan di lapangan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Monitoring ini penting supaya progres di lapangan tetap terkendali. Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan optimal, tepat mutu, dan tepat waktu,” ujar Hardy Siahaan di lokasi.
Saat ini, pekerjaan yang sedang berlangsung adalah pemasangan bor pile berdiameter 80 cm. pada 54 titik dengan kedalaman masing-masing 10 meter. Struktur ini dipasang sebagai penanganan permanen untuk menstabilkan badan jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Menurutnya, koordinasi intensif dan pengawasan langsung di lapangan menjadi kunci agar penanganan bisa selesai sesuai target. Jika tidak ada kendala, ruas Batang Toru–Singkuang diharapkan segera kembali berfungsi normal.
Ruas Batang Toru–Singkuang merupakan salah satu jalur strategis di wilayah Tapanuli Selatan. Jalan ini sebelumnya mengalami kerusakan signifikan akibat bencana alam yang melanda beberapa waktu lalu. Kerusakan tersebut mengganggu konektivitas dan akses masyarakat ke pusat ekonomi serta layanan publik.
Untuk mengatasi hal itu, BBPJN Sumut menetapkan penanganan permanen sebagai solusi jangka panjang, menggantikan perbaikan sementara yang sebelumnya dilakukan.
“Pulihnya ruas ini dinilai krusial bagi perekonomian dan mobilitas warga. Dengan berfungsinya jalan secara maksimal, distribusi logistik, angkutan hasil pertanian, dan aktivitas perdagangan diharapkan kembali lancar.
Selain itu, akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan layanan pemerintahan juga akan lebih mudah dijangkau. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah terdampak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“BBPJN Sumut berkomitmen menyelesaikan penanganan permanen ini secepat mungkin agar dampak bencana terhadap konektivitas wilayah dapat diminimalkan.
(BBPJN Sumut/Red)

