JELAJAHPERKARA – KUTA – Seorang warga pendatang yang diduga mengalami gangguan jiwa mengamuk dan meresahkan warga di wilayah Kuta, Bali, pada Senin (5/1/2026). Aksi tersebut sempat menimbulkan kepanikan, khususnya bagi warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan warga setempat, korban diduga memanjat ke atap rumah warga melalui area Pura Taman Waru Lot yang berada tepat di sisi rumah tersebut, Korban bernama (Soleman Ole) Asal Pareka Tabbu, Desa Loko Tali, Kec. Kodi Balaghar, Kab. SBD, Prov. NTT.
“Pasalnya”, “Peristiwa itu disaksikan langsung oleh sejumlah warga serta pengguna jalan yang melintas di sekitarnya.”.
Menurut warga, Aksi korban yang tidak terkendali dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga sekitar maupun dirinya sendiri, sehingga memicu keresahan dan kekhawatiran masyarakat.
Dalam upaya menghentikan aksi tersebut, beberapa warga mencoba menenangkan korban dengan cara yang berbeda. Di antaranya dengan melepaskan kembang api ke arah tubuh korban, sementara warga lainnya melempari batu ketika korban berada di area perairan sungai.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan publik terkait penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Korban akhirnya berhasil diamankan oleh pihak berwenang dengan bantuan warga di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, saat di mintai keterangan dari istri korban, Saya kaget ketika suami saya viral di media sosial lewat rekan kerja saya tadi, dan kini saya sangat merasa kecewa dengan kondisi suami saya yang sekarat ini,” Tegasnya.
Walaupun tdak semuanya tau keadaan suami saya yang sedang gangguan jiwa, tapi dia kan manusia kenapa harus diperlakukan seperti hewan, Ucapnya dengan nada menangis yang sangat halu saat melihat suaminya terbaring dengan penuhan luka mamar di badannya.
“Untuk keadaan pasien saat ini sedang sekarat karena amukan massa, yang main hakin sendiri, Sementara korban adalah Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) Dimanakah hati nurani kita sebagai manusia yang punya akal sehat”.
Hingga berita ini diturunkan, karena korban telah diamankan dan mendapatkan penanganan medis. Saat ini korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar, Selanjutnya akan di rujuk ke RS Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah….***MJB


