Sebelum Ramadhan Tiba, Brimob Sumut Datang Membawa Cahaya untuk Anak Yatim dan Ibu-Ibu yang Bertahan dalam Sunyi

Lubuk Pakam – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026, Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara kembali menghadirkan wajah kemanusiaan yang begitu hangat di tengah masyarakat. Di saat banyak orang bersiap menyambut bulan penuh berkah, para personel Brimob memilih untuk lebih dulu mengetuk pintu-pintu rumah yang sunyi, menyapa hati-hati yang mungkin sedang menanti perhatian.

Bertempat di Panti Asuhan Aljam Washliyah Lubuk Pakam serta di kediaman kaum dhuafa dan para janda di Jalan Rahayu, Desa Dalu 10A, kehadiran mereka bukan sekadar membawa bingkisan sembako. Mereka membawa pelukan kepedulian, menghadirkan rasa bahwa tidak ada warga yang dibiarkan berjalan sendiri menghadapi kehidupan.

Kegiatan penuh makna ini dipimpin langsung oleh Komandan Kompi 2 Batalyon A Pelopor, AKP Alwi Budi Utomo. Bersama seluruh personel, termasuk Danton 3 IPDA Putra Sah Alam dan Danton 4 IPDA Surya Darma, S.H., M.H., mereka menyapa satu per satu anak yatim piatu, kaum dhuafa, dan para janda dengan senyum tulus dan sapaan hangat.

Di balik seragam yang tegas, tersimpan hati yang lembut. Di balik tugas menjaga keamanan, ada panggilan nurani untuk menjaga harapan. Senyum yang merekah dari wajah anak-anak panti, mata berkaca-kaca para ibu yang menerima bantuan, menjadi momen yang tak ternilai. Bagi sebagian orang, bantuan itu mungkin sederhana. Namun bagi mereka yang menerima, itu adalah bukti bahwa masih ada yang peduli, masih ada yang menguatkan.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperluas empati dan mempererat silaturahmi. Brimob Sumut menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan dalam pengamanan dan ketegasan di lapangan, tetapi juga dalam sentuhan kemanusiaan yang menghangatkan.

Kegiatan berlangsung aman dan tertib, namun yang paling terasa adalah suasana kekeluargaan yang begitu kental. Di sana, tak ada sekat antara aparat dan warga. Yang ada hanyalah kebersamaan, doa-doa yang terucap lirih, dan harapan agar Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi semua.

Semoga cahaya kebaikan yang ditebar hari itu menjadi lentera yang terus menyala, bukan hanya di bulan suci, tetapi sepanjang waktu.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *