Sertijab di Polres Sergai, Saat Amanah Berpindah dan Harapan Diperbarui

Serdang Bedagai — Senja perlahan turun di Lapangan Apel Mako Polres Sergai, Kamis (16/04/2026). Dalam suasana yang hening dan penuh khidmat, langkah-langkah tegap para perwira seakan menyimpan cerita—tentang pengabdian yang telah dilalui, dan amanah baru yang kini menanti.

Upacara Serah Terima Jabatan yang dipimpin Kapolres Sergai, AKBP Jhon Sitepu, S.I.K., M.H., bukan sekadar pergantian posisi. Di balik prosesi itu, ada perpisahan yang tak terucap, ada kenangan yang ditinggalkan, dan ada harapan yang dititipkan di pundak para pejabat yang baru dilantik.

Satu per satu nama disebut. Mereka yang selama ini mengabdi di Polres Sergai kini melangkah menuju tugas baru. Meninggalkan jejak, meninggalkan kebersamaan, dan tentu saja meninggalkan bagian dari hati mereka di tempat yang telah menjadi ladang pengabdian.

Sementara itu, para pejabat yang baru menerima tongkat estafet berdiri dengan penuh tanggung jawab. Di balik seragam yang dikenakan, tersimpan tekad untuk melanjutkan, menjaga, dan memperbaiki apa yang telah dirintis sebelumnya.

Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan bahwa mutasi adalah bagian dari perjalanan dalam tubuh Polri. Namun lebih dari itu, ia adalah bentuk kepercayaan—yang tak hanya harus dijalankan, tetapi juga dijaga dengan sepenuh hati.

“Jabatan ini adalah amanah. Pahami wilayah, dekatkan diri dengan masyarakat, dan berikan pelayanan terbaik,” ucapnya, dengan suara yang tegas namun sarat makna.

Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan Polri bukan hanya pada kewenangan, tetapi pada kebersamaan, soliditas, dan sentuhan kemanusiaan dalam setiap tugas.

Di momen itu, tak sedikit hati yang terenyuh. Ada rasa bangga, ada haru, dan mungkin ada air mata yang tertahan. Karena setiap perpisahan selalu menyisakan cerita, dan setiap awal baru selalu membawa harapan.

Sertijab ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah pengingat, bahwa di balik setiap jabatan, ada tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Bahwa menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan bukan hanya tugas—tetapi panggilan jiwa.

Dan sore itu, di bawah langit Sergai, amanah berpindah…

namun semangat pengabdian tetap menyala, tak pernah padam.

Humas/indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *