SEMARANG – Aksi brutal diduga debt collector (DC) berkedok preman di jalan lingkar arah Tanjung Emas bikin publik geram. Satu keluarga jadi korban pengepungan tiga mobil di jalur keluar Bandara Ahmad Yani. Video kejadian ini viral dan langsung memicu tekanan keras dari masyarakat.
Kronologi kejadian cukup mencekam. Mobil korban tiba-tiba dipepet. Satu kendaraan menghadang di depan, dua lainnya menutup dari belakang. Korban tak punya ruang untuk menghindar.
Lebih dari enam pria turun dari mobil. Mereka mengerubungi kendaraan korban, menggedor kaca, dan memaksa penumpang keluar.
“Ada lebih dari enam orang. Saya dikepung. Depan ditutup, belakang diblokir. Mereka maksa saya keluar sambil gedor-gedor kaca,” ujar korban.
Di dalam mobil ada istri, anak, dan kedua mertua korban. Situasi tegang, tapi korban tetap tenang, mengunci pintu, dan tidak terpancing.
Korban langsung menghubungi polisi. Diduga panik, para pelaku kabur sebelum petugas datang.
“Syukur kami semua selamat. Mereka kabur duluan sebelum polisi datang,” lanjutnya.
Peristiwa ini langsung memicu kemarahan warga. Banyak yang menilai aksi tersebut sudah masuk kategori premanisme jalanan dan sangat membahayakan keselamatan.
Tekanan kini datang dari masyarakat ke Polda Jawa Tengah. Warga mendesak aparat bertindak tegas dan tidak memberi ruang bagi debt collector ilegal yang berkedok preman.
Publik menilai praktik seperti ini sudah meresahkan dan harus segera diberantas. Penagihan utang tidak boleh dilakukan dengan cara intimidasi, apalagi sampai menghadang kendaraan di jalan umum.
Masyarakat juga saling mengingatkan untuk lebih waspada:
Jangan keluar dari kendaraan saat dihadang orang tak dikenal
Kunci pintu (central lock)
Segera hubungi polisi di 110
Kasus ini jadi peringatan keras. Warga tidak mau jalanan dikuasai aksi preman berkedok penagihan. Desakan jelas: pelaku harus ditangkap dan ditindak tegas sebelum ada korban berikutnya.
M. Bakara

