
Medan,jelajahperkara|Penyidik Polsek Pancur Batu Brigadir SH Lah yang menyuruh korban Putra Sembiring bersama keluarganya untuk menangkap pelaku pencurian saat berada di hotel Kristal.
Hal tersebut diungkapkan keluarga Putra Sembiring kepada wartawan saat Polrestabes Medan akan mengelar rekontruksi di hotel Kristal pada Senin 9 Februari 2026 siang.
“Setelah membuat laporan resmi ke polsek pancur batu, penyidik itu kordinasi sama Putra Sembiring dan menyuruh PTM untuk memancing pelaku agar bertemu, namun sebelum kami disuruh menangkapnya kami bertemu dulu di café seberang perumahan Royal Sumatera ada lebih 30 menit kami duduk bersama disitu, saat itu dia datang bersama temannya yang kami kirain dia Polisi,” ujarnya
Setelah itu PTM perempuan yang disuruh memancing pelaku mengirim pesan wa kepada Putra Sembiring bahwa dia sudah berada di hotel bersama dengan DT pelaku pencurian, dan saat itu Putra Sembiring memberitahukan kepada penyidik Brigadir SH namun dia malahan menyuruh kami sendiri untuk menangkap pelaku itu, “nanti setelah kalian tangkap serahkan ama saya, dan saat itu temannya itu juga ikut ke menangkap pelaku pencurian itu, kan heran kita jadi kenapa temannya itu ikut menangkap pelaku pencurian kalau tidak ada diperintahkan nya.
“Namun setelah tiba di hotel kami pun bertanya dimana kamar nomor 22 dan saat itu diantarkan karyawan hotel kami pun mendatangi kamar nomor 22 saat itu Leo Sembiring mengatakan bahwa dirinya melihat pelaku memegang pisau sehingga spontan dia menepisnya dan membawanya keluar dari kamar dan kemudian diserahkannya bersama pisau yang ditemukan kepada penyidik yang sudah menunggu di belakang mobil,” ujarnya
Namun saat itu juga PTM berteriak bahwa satu teman DT berada dikamar sebelahnya, mendengar hal itu Putra Sembiring langsung menuju ke kamar nomor 23 dan saat itu dia mendapati KR sedang berada dengan seorang peremupan yang belakangan diketahui merupakan siswi smk salah satu sekolah di Sidikalang.
“Saat itu kami juga mengikuti Putra Sembiring karena takut terjadi apa apa, dan kami lihat tidak ada terjadi pemukulan atau pun pengeroyokan karena Leo Sembiring tidak ikut ke kamar nomor 23 dia bersama penyidik yang mengamankan DT. Putra Sembiring hanya membawa KR keluar dari kamar dan kemudian menyerahkannya ke penyidik, saat itu penyidik menyuruh korban untuk mengikat pelaku dan penyidik mengintrogasinya diatas mobil, kami punya vidionya,” jelasnya
Tak hanya disuruh dinaikan ke mobil, penyidik Polsek Pancur Batu Brigadir SH juga menyuruh Leo Sembiring untuk membawa pelaku ke Polsek Pancur Batu untuk dilalkukan pemeriksaan dan introgasi namun nyatanya setelah di intorgasi kedua pelaku malahan di bawa menuju kerumah kos kosan terduga penadah yang berinisial SM.
“Ada kami foto sewaktu di bawa ke rumah terduga penadah SM disana tidak ada matanya memar, bahkan sewaktu berjalan kondisinya masi mulus dan sehat. Setelah selesai dari rumah terduga penadah kedua pelaku juga sempat kami foto saat di pampangkan di dinding Polsek Pancur Batu saat itu tidak ada matanya memar seperti yang diberitakan di media sosial, makanya kami juga sangat heran kenapa bisa ada matanya memar sementara kami melihat sendiri kondisinya tidak ada memar, bahkan sempat diberikan makan oleh Putra Sembiring,” tutunya
Akan tetapi herannya di media sosial ada foto yang memperpampangkan foto pelaku pencurian DT dalam keadaan memar, sehinga hal ini menjadi aneh bagi korban pencurian yang kini ditahan di Polrestabes Medan atas laporan keluarga pelaku pencurian.
(*)


